Mimbarmalut.id – Gelombang kritik terhadap Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) kembali menguat menyusul rentetan persoalan yang menyeret nama Kepala Desa Ngute-Ngute, Kecamatan Kayoa Selatan, Muin Abdurahim.

Mulai dari dugaan penyimpangan program ketahanan pangan, hasil Musyawarah Desa (Musdes) yang disebut tidak terealisasi, dugaan persoalan pembangunan jembatan desa, hingga polemik penggunaan Dana Desa untuk kegiatan retret kepala desa yang sebelumnya menuai sorotan publik.

Praktisi Hukum, Bahmi Bahrun, S.H, menilai sikap Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) hingga saat ini justru menimbulkan tanda tanya besar di tengah berbagai persoalan yang mencuat ke publik.

Menurut Bahmi, Kepala DPMD Halsel, Zaki Abd Wahab, seharusnya tampil sebagai institusi pengawas dan pembina pemerintahan desa, bukan terkesan menjadi pihak yang membiarkan berbagai dugaan persoalan terus bergulir tanpa kejelasan.

“Publik saat ini sedang mempertanyakan keberanian dan ketegasan DPMD. Jangan sampai muncul persepsi bahwa DPMD justru menjadi tameng atau membekap kepala desa yang sedang disorot masyarakat,” ujar Bahmi kepada awak media, Sabtu (30/5/2026).

Ia menegaskan, rentetan pemberitaan terkait Desa Ngute-Ngute bukan lagi persoalan kecil yang bisa dianggap selesai hanya dengan klarifikasi administratif semata.

Sebab sebelumnya, muncul sorotan terhadap kebijakan ketahanan pangan desa yang dinilai tidak sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat. Bahkan sejumlah akademisi turut mempertanyakan substansi dan orientasi program tersebut.

Tak hanya itu, dugaan persoalan pembangunan jembatan desa yang kondisinya disebut menuai kritik masyarakat juga menjadi perhatian serius karena menyangkut penggunaan keuangan negara yang bersumber dari Dana Desa.

Bahmi mengatakan, apabila terdapat indikasi pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, tidak sesuai perencanaan, atau tidak memberikan manfaat sebagaimana mestinya, maka aparat penegak hukum memiliki kewajiban melakukan pendalaman secara objektif.

Fikram Sabar
Editor
Fikram Sabar
Reporter