Mimbarmalut.id – Program desa yang disepakati dalam Musyawarah Desa (Musdes) diduga tidak terealisasi, masyarakat Desa Ngute-Ngute, Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) desak Bupati, Hasan Ali Bassam Kasuba copot Muin Abdurahim.
Program yang sebelumnya disepakati dalam Musdes untuk membantu sekitar 20 rumah warga itu kini memunculkan polemik di tengah masyarakat.
Desakan warga mencuat setelah program yang disepakati dalam Musdes terkait dengan pengadaan 20 unit Kloset untuk diberikan kepada masyarakat diduga kuat tidak berjalan mulus.
Pasalnya, dari 20 unit kloset tersebut hanya diberikan kepada 5 atau 6 rumah saja, sementara sisa lainnya ditampung di Kantor Desa.
Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini dari sumber terpercaya, dalam Musdes disepakati bahwa masyarakat penerima manfaat atau yang mendapatkan pengadaan tersebut hanya diwajibkan menyediakan septic tank.
Seluruh material bangunan, termasuk semen dan perlengkapan lainnya, menjadi tanggung jawab pemerintah desa melalui anggaran desa yang telah dialokasikan dan sudah disepakati bersama saat Musdes.
Namun fakta di lapangan justru berbeda. Sejumlah warga penerima manfaat disebut harus membeli semen sendiri menggunakan uang pribadi untuk menyelesaikan pembangunan WC tersebut.
“Dalam Musdes sudah jelas masyarakat hanya siapkan septic tank. Semua material, termasuk semen, ditanggung desa. Tapi kenyataannya warga malah beli sendiri semen,” ungkap sumber terpercaya media ini.
Kondisi itu memicu pertanyaan serius warga terkait penggunaan anggaran material bangunan yang sebelumnya telah disepakati dan dianggarkan pemerintah desa.


Tinggalkan Balasan