Rony juga menyampaikan seluruh mahasiswa agar mematuhi tata tertib rumah sakit, menjaga etika, serta mengikuti setiap tahapan orientasi dan pembelajaran dengan penuh tanggung jawab.
“Jangan melihat praktik ini hanya sebagai kewajiban akademik. Jadikan lima bulan ini sebagai ruang untuk membangun kompetensi, kedisiplinan, etika, dan kesiapan memasuki dunia profesional,” tukasnya.
Kegiatan orientasi dan pelatihan menghadirkan sejumlah fasilitator berkompeten, yakni Dr. Ferry Adreff, S.Kep., Ns., M.Kep., selaku Ketua Komite Mutu sekaligus fasilitator dan surveior KARS, serta Wiwin Subekti, S.Kep., Ns., M.M., dan Hijjah Qomariah, SKM., M.Kes. Melalui rangkaian pembekalan tersebut, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman yang utuh mengenai standar mutu pelayanan, keselamatan pasien, pencegahan dan pengendalian infeksi, keselamatan kerja, hingga keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan hidup.
***


Tinggalkan Balasan