Mimbarmalut.id – Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara mengambil langkah cepat dalam membantu penanganan darurat kekeringan yang mengancam lahan pertanian masyarakat di Desa Lembah Asri, Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah. Minggu, (16/8/2026).
Kegiatan normalisasi parit alam oleh BWS Maluku Utara ini berlangsung pada Kamis (13/8/2026) bersama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng).
Kepala BWS Maluku Utara, M. Saleh Talib, menyampaikan bahwa, penanganan terhadap saluran air yang menjadi salah satu sumber pengairan bagi lahan persawahan masyarakat. Upaya tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan kembali aliran air menuju areal persawahan yang terdampak kondisi kekeringan.
Langkah ini kata M. Saleh, menjadi penting karena kondisi lapangan menunjukkan adanya kebutuhan mendesak terhadap pasokan air untuk mempertahankan produktivitas lahan pertanian.
“Jika dibandingkan dengan kondisi tanpa penanganan, saluran yang tidak berfungsi optimal berpotensi membuat distribusi air ke lahan persawahan semakin terbatas. Sebaliknya, melalui normalisasi parit alam, aliran air diupayakan kembali terbuka dan dapat dimanfaatkan secara lebih optimal,” ujar Kepala BWS Malut, M. Saleh Talib.

Penanganan ini diharapkan mampu memberikan dampak langsung bagi petani yang saat ini menghadapi persoalan ketersediaan air.
Berdasarkan data kegiatan, normalisasi tersebut ditujukan untuk membantu penanganan kekeringan pada lahan sawah seluas sekitar 20 hektare. Areal tersebut menjadi bagian penting dalam menopang aktivitas pertanian masyarakat di Desa Lembah Asri.
Tidak hanya menyasar luasan lahan, intervensi BWS Maluku Utara juga memberikan manfaat langsung kepada sedikitnya 38 petani yang menggantungkan aktivitas pertaniannya pada ketersediaan air di wilayah tersebut.
Kegiatan tersebut juga memperlihatkan perbedaan antara kondisi saluran yang sebelumnya dipenuhi vegetasi dan material penghambat dengan kondisi setelah dilakukan penanganan. Normalisasi menjadi bagian dari upaya membuka kembali jalur aliran air agar lebih efektif menuju area persawahan.


Tinggalkan Balasan