Rosita menilai semangat berbagi dalam donor darah merupakan gambaran pentingnya kolaborasi. Semangat yang sama, kata dia, harus diterapkan dalam meningkatkan kedisiplinan, mutu, dan keselamatan pelayanan di rumah sakit.
“Kita merdeka dari penyakit, merdeka dari keterbatasan pelayanan, dan merdeka untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Jika kita mampu bersatu berbagi demi keselamatan orang lain, maka kita pasti mampu bersatu meningkatkan kedisiplinan dan kualitas pelayanan,” tegasnya.
Rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di RSUD Chasan Boesoirie akan dilanjutkan dengan sejumlah kegiatan yang tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat pemahaman dan kesiapan seluruh jajaran menghadapi reakreditasi rumah sakit.
Pada 14 Agustus 2026, kegiatan dilanjutkan dengan lomba video kreatif. Kemudian pada 15 Agustus 2026, digelar lomba cerdas cermat akreditasi dan lomba yel-yel akreditasi untuk meningkatkan pemahaman sekaligus membangun semangat bersama terhadap standar mutu pelayanan.
Sementara itu, puncak kegiatan pada 16 Agustus 2026 akan diisi dengan jalan santai, senam bersama, dan berbagai permainan yang melibatkan keluarga besar RSUD Chasan Boesoirie.
Seluruh rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kebersamaan, memperkuat budaya mutu, serta meningkatkan kesiapan seluruh jajaran rumah sakit menghadapi proses reakreditasi yang dijadwalkan pada Desember 2026.
RSUD Chasan Boesoirie menegaskan bahwa keberhasilan reakreditasi bukanlah tanggung jawab satu pihak, melainkan menjadi tanggung jawab seluruh keluarga besar rumah sakit.
Dengan semangat “Merdeka Kesehatannya, Bermutu Rumah Sakitnya, Bersama Sukseskan Reakreditasi 2026”. RSUD Chasan Boesoirie berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
***


Tinggalkan Balasan