Mimbarmalut.id – Harapan masyarakat Maluku Utara (Malut) untuk mendapatkan layanan transplantasi kornea tanpa harus keluar daerah mulai menemukan titik terang.
RSUD Chasan Boesoirie, Maluku Utara, pada Senin (3/8/2026), mulai melakukan skrining terhadap calon pasien yang akan menjalani tindakan transplantasi kornea.
Sebanyak 30 warga mengikuti proses pendaftaran dan pemeriksaan awal yang berlangsung di Poli Mata RSUD Chasan Boesoirie. Dari jumlah tersebut, 12 peserta dinyatakan lolos seleksi medis dan memenuhi syarat untuk menjalani tindakan cangkok kornea.
Pelaksanaan skrining ini menjadi tahapan awal dari layanan transplantasi kornea yang untuk pertama kalinya akan dilaksanakan di Provinsi Maluku Utara.
Antusiasme warga terlihat sejak proses pendaftaran hingga pemeriksaan berlangsung. Para calon pasien menjalani serangkaian pemeriksaan medis menggunakan perangkat diagnostik untuk memastikan kondisi mata dan kesehatan masing-masing peserta sesuai dengan persyaratan medis yang ditetapkan.

Direktur RSUD Chasan Boesoirie, dr. Rosita Alkatiri, M.Kes., turut meninjau langsung proses skrining bersama jajaran manajemen rumah sakit, tim dokter spesialis mata, serta mahasiswa koas Fakultas Kedokteran Universitas Khairun.
Rosita mengatakan, seluruh tahapan dilakukan dengan memperhatikan standar pelayanan dan keselamatan pasien.
“Kami ingin memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai standar pelayanan dan keselamatan pasien. Program ini menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya masyarakat Maluku Utara dapat mengakses layanan transplantasi kornea di daerah sendiri tanpa harus dirujuk ke luar provinsi,” ujar Rosita.
Menurutnya, kehadiran layanan tersebut menjadi langkah penting dalam pengembangan pelayanan kesehatan mata di Maluku Utara sekaligus membuka akses pengobatan yang sebelumnya membutuhkan rujukan ke luar daerah.
Skrining transplantasi kornea tersebut merupakan bagian dari rangkaian Bakti Sosial Komunitas Kesehatan Rakyat (KOKAR) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berlangsung pada 3–7 Agustus 2026.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Departemen Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran UGM, Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA), dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
Pelaksanaan layanan juga diperkuat oleh pakar kornea dari Amerika Serikat, Prof. Lloyd Williams, MD., Ph.D., yang turut mendampingi tim medis dalam rangkaian pelaksanaan tindakan.
Tidak hanya transplantasi kornea, bakti sosial KOKAR UGM juga menghadirkan layanan operasi katarak gratis yang dipusatkan di RSUD Tidore pada 3–6 Agustus 2026.
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat Maluku Utara terhadap pelayanan kesehatan mata yang berkualitas serta membantu mengurangi gangguan penglihatan yang dapat dicegah.
Dengan dimulainya proses skrining ini, layanan transplantasi kornea di RSUD Chasan Boesoirie diharapkan menjadi babak baru bagi pelayanan kesehatan mata di Maluku Utara, khususnya bagi masyarakat yang selama ini harus mendapatkan penanganan di luar provinsi.
***


Tinggalkan Balasan