Mimbarmalut.id – RSUD Chasan Boesoirie Maluku Utara menggelar orientasi bagi pegawai baru yang dirangkaikan dengan pelatihan internal (In House Training) sebagai upaya memperkuat mutu pelayanan kesehatan, keselamatan pasien, serta budaya kerja di lingkungan rumah sakit.
Kegiatan yang diikuti seluruh unsur pegawai ini dilaksanakan dalam dua gelombang, yakni Selasa (7/7/2026) dan Rabu (8/7/2026) di Aula RSUD Chasan Boesoirie.
Pelatihan menghadirkan materi Pengelolaan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), serta Bantuan Hidup Dasar (BHD).
Direktur RSUD Chasan Boesoirie, dr. Rosita Alkatiri, M.Kes, mengatakan orientasi menjadi langkah penting untuk membangun kesamaan visi, nilai, dan budaya kerja seluruh pegawai dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Rumah sakit bukan hanya tempat pelayanan medis, tetapi ruang kolaborasi berbagai profesi yang memiliki tanggung jawab bersama menghadirkan pelayanan yang bermutu. Karena itu, setiap pegawai perlu memahami nilai organisasi, standar pelayanan, dan budaya kerja yang menjadi fondasi dalam menjalankan tugas,” ujar Rosita saat membuka kegiatan.
Menurut Rosita, kompetensi teknis saja belum cukup untuk menghasilkan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Setiap tenaga kesehatan maupun tenaga pendukung harus memiliki pemahaman yang sama mengenai etika profesi, sistem manajemen rumah sakit, serta pentingnya keselamatan pasien dalam setiap proses pelayanan.
“Orientasi ini bukan sekadar pengenalan lingkungan kerja, tetapi proses membangun rasa memiliki terhadap organisasi. Ketika setiap pegawai memiliki komitmen yang sama, kolaborasi akan tumbuh, disiplin terjaga, dan pelayanan kepada masyarakat menjadi semakin baik,” ucap Rosita.
dr. Rosita juga menegaskan, materi yang diberikan dalam pelatihan bukan semata-mata untuk memenuhi persyaratan akreditasi rumah sakit, melainkan kompetensi dasar yang wajib dimiliki seluruh pegawai.
Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa kemajuan sebuah rumah sakit tidak hanya diukur dari kelengkapan fasilitas maupun kecanggihan teknologi kesehatan, tetapi terutama dari kualitas sumber daya manusia yang menjalankan pelayanan.
“Masyarakat datang ke rumah sakit dengan harapan memperoleh pertolongan. Karena itu, pelayanan harus diberikan secara profesional, cepat, tepat, ramah, dan penuh empati. Yang sering dikenang pasien bukan hanya keberhasilan pengobatannya, melainkan juga bagaimana mereka diperlakukan selama menerima pelayanan,” pungkas Rosita.
Melalui kegiatan ini, pihak rumah sakit berharap setiap peserta mampu menjadi agen perubahan di unit kerjanya masing-masing dengan menumbuhkan budaya disiplin, saling menghormati, terbuka terhadap pembelajaran, serta konsisten mengutamakan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.
“Orientasi dan pelatihan internal tersebut menjadi bagian dari komitmen RSUD dr. H. Chasan Boesoirie untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang profesional, aman, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” tutup Direktur RSUD Chsan Boesoirie.
***


Tinggalkan Balasan