Menanggapi persoalan parkir, Rosita mengatakan pembangunan area parkir yang lebih representatif direncanakan pada tahun depan. Sementara itu, rumah sakit akan lebih dahulu melakukan penataan arus kendaraan di kawasan depan rumah sakit.

“Tahun ini kami fokus menata arus lalu lintas dengan sistem satu jalur dan menertibkan parkir liar agar akses masuk rumah sakit lebih tertib,” pungkasnya.

Selain itu, untuk bidang keamanan, rumah sakit masih dibantu personel Satpol PP. Kedepannya manajemen berencana menambah tenaga keamanan profesional untuk meningkatkan rasa aman bagi pasien dan pengunjung.

Kemudian terkait antrean pelayanan, Direktur RSUD, dr. Rosita menjelaskan rumah sakit telah menerapkan sistem pendaftaran digital melalui aplikasi Mobile JKN dan fasilitas kios mandiri untuk mencetak Surat Eligibilitas Peserta (SEP).

Karena menurut Rosita, optimalisasi sistem masih membutuhkan peningkatan sosialisasi kepada masyarakat.

“Sistem antrean sudah berbasis online. Tantangannya sekarang adalah memastikan masyarakat memahami cara menggunakannya,” ujarnya.

Lebih jauh, Rosita bilang untuk mengatasi kepadatan di Instalasi Gawat Darurat RSUD Chasan Boesoirie akan memulai perluasan ruang  IGD pada bulan ini.

“Perluasan IGD segera dimulai agar pelayanan lebih nyaman dan tidak terjadi penumpukan pasien,” terangnya.

Tak hanya itu, para Akademisi yang juga turut hadir pada forum tersebut pun mendorong agar peningkatan kapasitas layanan, pengelolaan waktu tunggu yang lebih efektif, serta penguatan budaya pelayanan yang berorientasi pada keselamatan dan kenyamanan pasien.

Fikram Sabar
Editor
Fikram Sabar
Reporter