Selain persoalan pasokan air yang minum, Asyadi juga mengungkapkan kondisi Asrama Mahasiswa yang mulai mengalami kerusakan dan membutuhkan rehabilitas.

“Bukan hanya persoalan pasokan air, kondisi Asrama saat ini mulai rusak, dibagian plafon dan atap sebagiannya sudah rusak dan mulai runtuh. Numum sampai sejauh ini tidak ada atensi dari Pemda, berbagai jalur komunikasi sudah kami lakukan namun tidak membuahkan hasil,” ungkapnya.

Atas persoalan tersebut, SeOPMI Haltim mendesak Bupati Halmahera Timur mengevaluasi sikap dan kinerja Syane Seba dalam menjalankan tugasnya di BPKAD Haltim.

Asyadi menilai evaluasi diperlukan untuk memastikan pelayanan dan pengelolaan aset daerah berjalan sesuai kepentingan masyarakat, termasuk mahasiswa Haltim yang menempuh pendidikan di luar daerah.

“Bupati Haltim kami minta segera mengevaluasi Syane. Jangan sampai mahasiswa yang menyampaikan persoalan fasilitas justru mendapatkan respons yang tidak pantas seperti ini,” tandasnya.

Asyadi bilang, persoalan tersebut tidak boleh berhenti pada polemik percakapan antara mahasiswa dan pejabat. Pemkab Haltim harus segera turun tangan mengecek kondisi asrama, memastikan ketersediaan air, serta menjelaskan langkah konkret perbaikan fasilitas tersebut.

“Ini bukan persoalan pribadi. Ini menyangkut aset daerah dan kepentingan mahasiswa. Karena itu, kami meminta Bupati Haltim mengambil sikap tegas dan memastikan persoalan ini diselesaikan,” tutup Asyadi.

***

Fikram Sabar
Editor
Fikram Sabar
Reporter