Persoalan itu kemudian dikecam oleh Ketua Uumum SeOPMI Haltim, Asyadi S. Ladjim. Ia menegaskan bahwa perhatian anggota DPRD Halteng terhadap mahasiswa Haltim seharusnya tidak dipersoalkan. Menurutnya, yang lebih penting adalah memastikan fasilitas milik pemerintah daerah yang digunakan mahasiswa berada dalam kondisi layak.

“Anggota DPRD Halteng tidak punya kewenangan dalam memberikan kontribusi karena ini bagian dari aset Pemerintah Daerah Haltim. Tetapi ketika beliau melihat kondisi mahasiswa Haltim melalui media sosial dan kemudian memberikan support, tentu kami mengapresiasinya,” ujar Asyadi.

Ia menilai, perhatian tersebut tidak semestinya dipahami sebagai bentuk intervensi terhadap Pemda Haltim. Justru, kata Asyadi, persoalan itu seharusnya menjadi alarm bagi Pemkab Haltim agar segera melihat kondisi aset daerah yang digunakan oleh mahasiswa.

“Jangan sampai karena ada pihak lain yang memberikan perhatian, kemudian pemerintah daerah merasa tersinggung. Yang harus dipikirkan adalah bagaimana kondisi mahasiswa dan bagaimana aset daerah ini bisa digunakan dengan layak,” tegasnya.

Secara kelembagaan, SeOPMI Haltim juga mempertanyakan respons pejabat yang memiliki tugas berkaitan dengan aset daerah ketika mahasiswa menyampaikan persoalan fasilitas.

Menurut Asyadi, keluhan mengenai air dan kondisi asrama merupakan persoalan yang semestinya ditangani melalui komunikasi dan penyelesaian administratif, bukan justru berujung pada perdebatan mengenai siapa yang memberikan bantuan.

“Ini aset Pemda Haltim. Kalau ada kerusakan dan persoalan fasilitas, maka pemerintah daerah mempunyai tanggung jawab untuk memastikan aset tersebut tetap berfungsi dan bisa digunakan sebagaimana mestinya,” pungkasnya.

Ia menambahkan, mahasiswa tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya menyampaikan kondisi fasilitas yang digunakan untuk menunjang pendidikan.

“Ketika kami menghubungi untuk memberitahukan kondisi terkini asrama dan pasokan air yang sangat minim, kami berharap ada respons dan solusi. Bukan kemudian persoalannya bergeser kepada siapa yang memberikan bantuan,” kata Asyadi.

Fikram Sabar
Editor
Fikram Sabar
Reporter