Mimbar Malut – Menyeberangi laut dan menjangkau pulau-pulau di Maluku Utara telah mewarnai perjalanan karier dr. Rosita Alkatiri, M.Kes. Selama bertahun-tahun, ia menjalani tugas di berbagai wilayah dengan satu tujuan: memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Pengabdian itu membawanya melewati berbagai lingkungan kerja, mulai dari puskesmas di pelosok Halmahera, birokrasi kesehatan tingkat provinsi, hingga pendampingan peningkatan mutu fasilitas pelayanan kesehatan di sejumlah daerah. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang sebelum ia dipercaya memimpin RSUD dr. H. Chasan Boesoirie.

Namun, perjalanan itu bermula jauh sebelum dirinya terjun langsung ke dunia pelayanan kesehatan. Lahir di Ambon pada 25 Juli 1984, Rosita menghabiskan masa pendidikan dasar dan menengah di Ternate.

Keinginannya menekuni bidang kesehatan kemudian membawanya ke Makassar untuk menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Muslim Indonesia sejak 2001. Setelah menyelesaikan pendidikan dokter, ia melanjutkan studi magister manajemen kesehatan di Malang.

Pendidikan tersebut menjadi bekal ketika Rosita kembali ke Maluku Utara untuk memulai pengabdiannya. Ia mendapat penugasan di Puskesmas Nusajaya dan Puskesmas Lolobata, Kabupaten Halmahera Timur. Di wilayah ini, ia mulai mengenal secara langsung tantangan pelayanan kesehatan di daerah kepulauan.

Keterbatasan fasilitas, ketersediaan tenaga kesehatan, serta jarak antarpulau yang tidak selalu mudah dijangkau menuntut penyesuaian dalam memberikan pelayanan. Kemampuan medis saja tidak cukup. Tenaga kesehatan juga harus memahami kondisi masyarakat, mengenali persoalan di lapangan, dan mencari jalan keluar di tengah berbagai keterbatasan.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu fondasi dalam perjalanan profesional Rosita. Setelah bertugas di Halmahera Timur, ia melanjutkan pengabdian di RSUD dr. H. Chasan Boesoirie. Dari pelayanan di puskesmas dan rumah sakit, perjalanan kariernya kemudian berlanjut ke lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara.

Di instansi tersebut, tanggung jawabnya semakin berkembang. Mengawali karier sebagai staf, Rosita kemudian dipercaya menduduki sejumlah jabatan struktural, mulai dari kepala seksi hingga kepala bidang. Selama kurang lebih 12 tahun berkecimpung dalam birokrasi kesehatan, ia terlibat dalam perencanaan, pengelolaan program, pengembangan fasilitas, serta penguatan sistem pelayanan kesehatan.

Pengalaman di birokrasi memperluas pemahamannya mengenai persoalan pelayanan kesehatan. Ia tidak lagi hanya berhadapan dengan kebutuhan pasien dan tenaga medis, tetapi juga dengan sistem perencanaan, tata kelola, serta kebijakan yang menentukan keberlangsungan pelayanan. Dari sinilah perhatian terhadap peningkatan mutu fasilitas kesehatan semakin berkembang.

Fikram Sabar
Editor
Fikram Sabar
Reporter