Mimbar Malut — Warga Desa Gumira, Kecamatan Gane Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dan Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Muksin Amrin, atas perhatian dan dukungan terhadap penanganan banjir yang selama ini menghantui masyarakat setempat.
Apresiasi tersebut disampaikan menyusul pekerjaan pembangunan tanggul Sungai Gumira yang kini tengah dikerjakan oleh CV Hijrah Bangun Utama. Proyek yang bersumber dari anggaran Pemerintah Provinsi Maluku Utara Tahun Anggaran 2026 itu diharapkan menjadi solusi untuk mengurangi risiko luapan sungai yang kerap merendam jalan dan rumah warga saat hujan deras.
Salah seorang warga Desa Gumira, Idham Rakib, mengatakan, sebelum pembangunan tanggul dilakukan, masyarakat selalu diliputi kekhawatiran setiap kali hujan turun. Luapan air sungai yang meningkat membuat warga bersiap mengungsi karena air kerap masuk hingga ke permukiman.
“Torang selama ini kalau turun hujan, torang sudah bersiap untuk mengungsi karena setiap hujan pasti air akan naik sampai di rumah warga,” ujar Idham kepada Mimbar Malut.
Menurut dia, kondisi tersebut telah lama menjadi persoalan yang mengganggu aktivitas dan kenyamanan masyarakat. Selain menggenangi rumah, luapan air juga merendam akses jalan sehingga menyulitkan warga menjalankan kegiatan sehari-hari.
Karena itu, pembangunan tanggul sungai dinilai sebagai langkah penting dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini menghadapi ancaman banjir berulang.
“Alhamdulillah, sekarang torang sudah tidak terlalu khawatir lagi kalau hujan karena sudah ada tanggul. Terima kasih Ibu Gubernur Sherly Tjoanda dan Bapak Muksin Amrin selaku anggota DPRD Provinsi Maluku Utara dari daerah pemilihan Halmahera Selatan yang sudah membantu kami,” katanya.
Idham juga menyampaikan terima kasih kepada pihak pelaksana proyek yang sedang mengerjakan pembangunan tanggul di desanya. Ia berharap pekerjaan tersebut segera rampung agar masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara maksimal, terutama ketika memasuki musim hujan.
“Terima kasih juga kepada CV Hijrah Bangun Utama yang sudah mengerjakan proyek di kampung kami. Saat ini progresnya sudah sekitar 70 persen. Kami berharap setelah tanggul ini selesai, kami tidak perlu lagi bersiap mengungsi dan rumah-rumah warga tidak lagi terendam air ketika sungai meluap saat hujan,” tambahnya.
Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi pekerjaan, pembangunan tanggul Sungai Gumira dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku Utara dengan nilai kontrak sebesar Rp1.462.774.500. Proyek tersebut memiliki jangka waktu pelaksanaan 120 hari kalender, dengan tahun anggaran 2026.
Adapun nomor kontrak pekerjaan tercantum sebagai 600/610/KONTRAK-TG.03/PPK-SDA.XV/DPUPR-MU/V/2026, dengan CV Hijrah Bangun Utama sebagai pelaksana. Lokasi pekerjaan berada di Kabupaten Halmahera Selatan.
Sementara itu, Rafly, perwakilan lapangan CV Hijrah Bangun Utama, mengatakan pihaknya menargetkan pembangunan tanggul tersebut rampung dalam waktu dekat. Ia berharap hasil pekerjaan itu dapat segera dimanfaatkan masyarakat untuk menghadapi potensi banjir pada musim hujan.
“Pekerjaan pembangunan tanggul sungai ini kami pastikan rampung pada minggu ini, sehingga pada musim hujan nanti masyarakat bisa merasakan dampak positif dari pembangunan tanggul yang sudah dikerjakan,” jelas Rafly.
Penyelesaian proyek tersebut kini menjadi harapan warga Desa Gumira. Masyarakat berharap tanggul yang dibangun tidak hanya selesai sesuai target, tetapi juga berfungsi optimal dalam mengendalikan luapan sungai, melindungi permukiman, dan mengurangi risiko banjir yang selama ini mengancam keselamatan serta aktivitas warga.
***

Tinggalkan Balasan