Mimbarmalut.id – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Zaki Abd Wahab, diduga sengaja menutup-nutupi berbagai persoalan serius yang terjadi di tingkat desa. Sabtu, (2/5/2026).
Salah satu yang mencuat adalah dugaan korupsi pada pembangunan Jembatan Desa Ngute-Ngute, Kecamatan Kayoa Selatan, yang kini dilaporkan mengalami kerusakan parah.
Kondisi jembatan tersebut memantik pertanyaan publik terkait kualitas pekerjaan serta pengelolaan anggaran yang digunakan. Dugaan adanya penyimpangan pun menguat, mengingat infrastruktur yang dibangun dengan dana publik itu tidak bertahan lama dan tidak memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Ironisnya, di tengah mencuatnya persoalan tersebut, Kepala DPMD Halsel justru terkesan menghindar dari tanggung jawab. Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan melalui Via WhatsApp telah berulang kali dilakukan, namun tidak pernah mendapat tanggapan, meskipun pesan sudah dterlihat dan status aktif.
Sikap bungkam ini dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap prinsip keterbukaan informasi publik, sekaligus memperkuat dugaan adanya upaya menutup-nutupi persoalan yang terjadi di tingkat desa.

Situasi ini bertolak belakang dengan urgensi pelaksanaan kegiatan RETRET seluruh Kepala Desa se-Kabupaten Halmahera Selatan yang sebelumnya digelar di IPDN Jatinangor.
Pasalnya, sejatinya kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan disiplin, integritas, serta kualitas pelayanan publik para kepala desa dan pembina desa, termasuk DPMD sebagai leading sektor.
Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan hal yang bertolak belakang. Alih-alih menghadirkan perubahan positif, pasca RETRET, berbagai persoalan desa justru terus bermunculan tanpa penanganan serius dari DPMD.
Terlebih, Kepala DPMD Halsel, Zaki Abd Wahab sebagai aktor utama dibalik kegiatan RETRET tersebut malah memperlihatkan sikap yang keluar dari koridor prinsip Keterbukaan Informasi sebagai pejabat Publik.

Tinggalkan Balasan