Mimbarmalut.id – Kasus dugaan penipuan berkedok rekrutmen Pegawai Tidak Tetap (PTT) hingga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kota Ternate semakin memanas. Seorang warga bernama Rasina Rizal (RR) dilaporkan ke pihak kepolisian setelah diduga menipu sejumlah korban dengan modus menjanjikan kelulusan menjadi PTT maupun PPPK tanpa prosedur resmi.
Dalam menjalankan aksinya, RR disebut mengaku sebagai wartawan dan mengklaim memiliki kedekatan dengan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Ternate. Modus tersebut diduga digunakan untuk meyakinkan para korban agar menyerahkan uang dalam jumlah besar.
Salah satu korban, Nurma, mengungkapkan kronologi awal saat RR mendatanginya dan menawarkan pekerjaan sebagai PTT. Menurut Nurma, RR meyakinkannya bahwa dirinya bisa diloloskan hanya dengan menyetor sejumlah uang.
“Dia bilang bisa kasih masuk kerja. Awalnya ditawarkan sebagai PTT, dan saya diminta bayar Rp8,5 juta. Untuk pakaian dinas tambah Rp1,2 juta, jadi total awal yang saya setor Rp9,7 juta,” ungkap Nurma saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp, Selasa (28/4/2026) malam.
Namun, setelah uang awal diserahkan, RR kembali mendatangi korban dan mengubah tawaran tersebut. RR disebut menyampaikan bahwa kuota PTT sudah tidak tersedia dan mengarahkan korban untuk mengikuti jalur PPPK dengan biaya yang lebih besar.
“Setelah setoran awal selesai, dia bilang PTT sudah tidak bisa. Lalu saya diarahkan ikut PPPK saja, tapi harus tambah setoran lagi. Total uang yang saya setor akhirnya mencapai Rp46,5 juta,” tutur Nurma.
Nurma menegaskan, seluruh bukti transfer hingga percakapan dengan RR telah disimpan dan siap diserahkan kepada penyidik sebagai barang bukti.
“Semua bukti transfer ada. Pertama Rp9,7 juta, lalu tambah Rp15 juta dan Rp10 juta lagi. Percakapan WhatsApp juga sudah saya print out. Semua bukti lengkap,” ujarnya.
Tak hanya itu, Nurma juga membenarkan bahwa RR mengaku sebagai wartawan dan sering menunjukkan foto-foto bersama Wali Kota Ternate untuk meyakinkan para korban.

Tinggalkan Balasan