Mimbarmalut.id — Praktisi hukum, Bahmi Bahrun, menyoroti tegas langkah Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) terkait dugaan korupsi pembangunan Jembatan Desa Ngute-Ngute, Kecamata Kayoa Selatan, yang dinilai hanya menghamburkan uang negara tanpa memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurut Bahmi, proyek jembatan yang dibangun di Desa Ngute-Ngute itu kini justru menjadi simbol kegagalan pembangunan desa. Pasalnya, konstruksi jembatan tersebut dilaporkan sudah mengalami kerusakan parah meski belum lama dikerjakan, bahkan sebagian bangunan disebut ikut tenggelam saat air pasang surut akibat tidak adanya kajian teknis yang matang.
“Ini bukan sekadar proyek gagal. Ini bentuk nyata dugaan pemborosan uang negara yang harus dipertanggungjawabkan. Pembangunan dilakukan tanpa perencanaan teknis yang jelas sehingga hasilnya hanya menjadi pajangan rongsokan di tengah masyarakat,” tegas Bahmi, Selasa (28/4/2026).
Ia menilai, kondisi jembatan yang rusak dalam waktu singkat menunjukkan adanya dugaan kelalaian serius dalam proses perencanaan maupun pelaksanaan pembangunan yang melibatkan Pemerintah Desa Ngute-Ngute.
Bahmi bahkan meminta DPMD Halmahera Selatan tidak sekadar melakukan pemeriksaan formalitas, tetapi harus mengambil langkah tegas terhadap Kepala Desa Ngute-Ngute, Muin Abdurahim, yang dianggap paling bertanggung jawab atas pembangunan bermasalah tersebut.
“DPMD wajib memberikan sanksi tegas kepada kepala desa. Karena dari fakta yang ada, terlihat jelas pembangunan dilakukan tanpa perencanaan matang. Akibatnya, jembatan itu sekarang rusak, patah, ambruk dan tidak bisa dimanfaatkan masyarakat,” pungkasnya.
Bahmi bilang, berdasarkan informasi yang dihimpun, pembangunan tahap pertama dilakukan dari arah laut menuju daratan. Selanjutnya, pada tahap kedua pembangunan dilanjutkan dari arah darat menuju laut untuk menyambung konstruksi awal yang sudah dibangun sebelumnya.
Namun ironisnya, bangunan awal yang lebih dulu dikerjakan justru sudah mengalami kerusakan serius. Leher jembatan dilaporkan patah, sementara badan jembatan sebagian ambruk dan tenggelam saat air laut pasang.
“Kondisi ini menunjukkan adanya dugaan kegagalan konstruksi yang fatal. Kalau sejak awal ada kajian teknis yang benar, tentu proyek seperti ini tidak akan berakhir menjadi bangunan mubazir,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan