Mimbar Malut — Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara, Armin Yusril Angkasa, angkat bicara terkait dugaan intimidasi terhadap Husen Hamid alias Phep, jurnalis TIMES Indonesia yang bertugas di Kabupaten Pulau Taliabu.

Sebelumnya, Armin diberitakan terkait dugaan intimidasi terhadap Phep. Dugaan tersebut bermula dari pesan WhatsApp bernada ancaman yang dikirimkan Armin kepada jurnalis tersebut.

Namun, Armin membantah tidak memiliki niat mengancam atau melakukan kekerasan. Ia mengatakan pesan WhatsApp yang dikirimkan kepada Phep hanya sebatas candaan karena keduanya sudah terbiasa berkomunikasi dengan gaya tersebut.

“Terima kasih. Terkait laporan Phep, itu hanya salah paham saja. Kami berdua sudah biasa bercanda. Namun, entah kenapa dia jadi seperti ini hingga persoalan ini sampai diberitakan,” ucap Armin saat dikonfirmasi media ini, Minggu (18/10/2026).

Politikus Partai Gerindra itu mengatakan, dalam percakapan WhatsApp tersebut, dirinya tidak pernah secara eksplisit menyatakan akan memukul Phep ataupun melakukan tindakan kekerasan lainnya.

“Chatting itu hanya sebatas candaan. Saya dengan Phep sudah sering saling berkirim pesan. Kalau dibilang melanggar, ya bagaimana, kami memang sering bercanda seperti itu,” tulis Armin melalui pesan WhatsApp kepada redaksi media ini.

Armin mengaku heran karena percakapan yang menurutnya hanya berupa candaan itu kemudian dipersoalkan.

“Cuma saya juga bingung, karena tiba-tiba saudara Phep memasukkannya ke dalam hati. Mungkin saat itu suasana hatinya sedang kurang baik atau bagaimana. Namun, menurut saya, itu hanya candaan,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa pernyataannya mengenai kemungkinan mendatangi rumah Phep tidak dimaksudkan sebagai ancaman untuk melakukan kekerasan.

“Kalaupun saya mau ikut dia ke rumah, bukan berarti saya datang ke rumahnya untuk memukul dia. Saya juga tidak pernah mengatakan akan datang ke rumahnya lalu memukulnya,” ujar Armin.

Armin kembali menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat buruk terhadap Phep. Ia menyebut komunikasi keduanya selama ini memang kerap diwarnai candaan, meski mengakui bahwa persoalan tersebut kini telah menimbulkan kesalahpahaman.

Meski membantah adanya niat mengintimidasi, Armin menyampaikan permintaan maaf apabila pesan yang dikirimkannya telah menimbulkan ketidaknyamanan bagi Phep.

“Dari semua isi pesan WhatsApp kami, saya sama sekali tidak mengatakan akan memukul dia. Yang paling penting, semua itu hanya candaan karena saya dan dia sudah biasa bercanda seperti itu. Namun, entah kenapa sampai terjadi seperti ini. Jika demikian, saya turut meminta maaf. Sekali lagi, saya tidak punya niat buruk terhadap Phep,” tutupnya.

***

Fikram Sabar
Editor
Mimbar Malut
Reporter