“Kalau inklusi tinggi tetapi literasi masih rendah, tentu ada risikonya. Karena itu, kegiatan seperti ini penting, khususnya di Maluku Utara,” pungkas Agus.

Ia menjelaskan, “Like It” diharapkan dapat menjadi salah satu upaya meningkatkan literasi masyarakat sehingga penggunaan produk keuangan tidak hanya semakin luas, tetapi juga diikuti pemahaman dan kemampuan mengambil keputusan keuangan yang tepat.

“Produk-produk keuangan sebenarnya dibuat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, semakin kompleks produknya, masyarakat juga harus semakin memahami manfaat maupun risikonya,” ungkapnya.

Agus berharap para mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut tidak berhenti pada pemahaman pribadi, tetapi turut menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh kepada lingkungan terdekat, terutama keluarga dan masyarakat.

“Setelah mengikuti kegiatan ini, kami berharap peserta dapat memperluas apa yang diterima hari ini, terutama kepada orang-orang terdekat seperti keluarga,” tutup Agus.

***

Fikram Sabar
Editor
Rifaldi Umafagur
Reporter