“Semangat berbagi yang tumbuh di lingkungan RSUD Chasan Boesoirie menjadi energi positif dalam membangun pelayanan yang humanis dan penuh empati,” jelasnya.
Lebih lanjut, panitia kurban RSUD Chasan Boesoirie telah menyiapkan mekanisme distribusi daging kurban secara terstruktur dan tepat sasaran.
Penerima manfaat diprioritaskan kepada tenaga kebersihan di lingkungan rumah sakit serta masyarakat yang masuk kategori mustahiq sesuai ketentuan syariat.
Menurut dr. Rosita, tenaga kebersihan memiliki peran penting dalam mendukung kenyamanan dan operasional pelayanan kesehatan, sehingga perhatian terhadap mereka merupakan bagian dari tanggung jawab institusi.
“Tenaga kebersihan adalah bagian penting dari keluarga besar rumah sakit. Di momen penuh berkah ini, sudah sepatutnya mereka mendapatkan perhatian dan manfaat dari kegiatan kurban yang dilaksanakan,” tutur Rosita.
Selain itu, dr. Rosita berharap kegiatan kurban di RSUD Chasan Boesoirie dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan persiapan yang lebih matang dan jumlah hewan kurban yang semakin meningkat setiap tahunnya.
“Insya Allah, ke depan pelaksanaan kurban akan dipersiapkan lebih baik dan lebih terencana, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” pungkasnya.
**


Tinggalkan Balasan