Mimbarmalut.id – Citra institusi Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali tercoreng akibat ulah tidak terpuji oknum prajurit berinisial WS alias Udi.

Pasalnya, WA alias Udi, Anggota TNI yang diketahui bertugas di lingkungan Kodam XV/Pattimura Ambon itu diduga terlibat dalam praktik Judi Online (Judol), Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), perselingkuhan hingga dugaan percobaan pembunuhan terhadap istrinya sendiri.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, rangkaian dugaan tindakan brutal dan tidak bermoral itu terjadi sepanjang tahun 2025. Di mana, WS disebut kerap melakukan kekerasan fisik terhadap istrinya yang berinisial SM, bahkan diduga beberapa kali terlihat aktif bermain judi online dan menjalin hubungan dengan perempuan lain saat masih berstatus suami sah korban.

Tak hanya itu, WS juga diduga pernah melakukan percobaan pembunuhan terhadap istrinya di Ambon. Dalam peristiwa mencekam tersebut, korban nyaris dibacok menggunakan senjata tajam jenis pisau. Beruntung, korban berhasil melarikan diri dan menyelamatkan nyawanya sebelum aksi nekat itu benar-benar terjadi.

Ironisnya, kasus dugaan KDRT yang menyeret nama WS diketahui sempat diproses hingga berujung penahanan serta sidang etik di lingkungan militer. Namun publik mempertanyakan sikap institusi terkait, lantaran setelah bebas dan menjalani sidang etik, WS justru masih tetap aktif bertugas seperti biasa.

Situasi ini memicu dugaan adanya praktik “main mata” atau perlindungan terhadap oknum bermasalah di internal militer. Dugaan suap terhadap aparat Polisi Militer (POM) pun mulai mencuat di tengah masyarakat, sebab hingga kini tidak terlihat adanya tindakan tegas yang benar-benar memberi efek jera terhadap yang bersangkutan.

Akibat tindakan brutal tersebut, sejumlah barang milik korban seperti laptop, iPhone dan telepon genggam Android dilaporkan mengalami kerusakan parah setelah dirusak oleh WS saat mengamuk melakukan KDRT.

“Sudah hampir satu tahun saya simpan semua kejahatan dia. Rasanya sakit sekali kak,” ungkap istri WS dengan nada sedih saat dikonfirmasi media ini, Jumat (22/5/2026).

Korban juga mengaku sempat diselamatkan oleh salah satu anggota TNI yang bertugas di lokasi tempat WS berdinas. Saat itu, korban disebut terus dipukuli dan dikasari hingga anggota TNI tersebut merasa tidak tega melihat kondisi korban.

Fikram Sabar
Editor
Fikram Sabar
Reporter