Mimbar Malut — Pembangunan Pagar sekolah SD Negeri 66 Kota Ternate, dirobohkan saat pekerjaan Jembatan Ake Rua Baru pada tahun 2025 akhir. Ironisnya, Proyek milik BPJN tersebut diduga tidak melakukan ganti rugi terhadap bangunan sekolah yang telah dirobohkan itu.

Pengrobohan pagar sekolah tersebut disorot warga Kelurahan Rua, bahkan Kepala Sekolah SD 66 Kota Ternate, Hamid Suma, pun demikian mengeluhkan sikap pihak kontraktor yang merobohkan pagar sekolah mereka saat pengerjaan proyek Jembatan Ake Rua Baru pada akhir tahun 2025 lalu yang hingga kini, kejelasan mengenai perbaikan pagar ini masih terkatung-katung.

Keluhan tersebut mencuat ke publik saat digelarnya kegiatan sosial penguatan aparatur yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kelurahan Rua beberapa pekan kemarin.

Dikesempatan itu, pihak sekolah menyayangkan pembongkaran fasilitas pendidikan tersebut yang sampai sejauh ini belum dilakukan perbaikan seperti kondisi semula.

Menanggapi keluhan warganya, Lurah Rua, Ma’ruf M Saleh, menyatakan siap mengambil tindakan dinas. Pihak kelurahan berencana untuk menyurat secara resmi kepada pihak ketiga yang bertanggung jawab atas proyek tersebut.

“Terkait hal itu, nanti kita menyurat ke pihak ketiga. Apakah saya yang menyurat atau kepala sekolah yang menyurat dan saya mengetahui (menandatangani/menyetujui),” ujar Ma’ruf disela-sela kegiatan sosialisasi tersebut.

Disisi lain, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara selaku instansi pengawas, mengaku terkait dengan pembongkaran atau membangun kembali pagar SD 66 Ternate bukan rana mereka (BPJN)

“Sudah saya konfirmasi ke PPK, mereka tidak ada komitmen/janji siapa pun, tetapi, untuk pagar rumah warga sudah dibantu dan ditindaklanjuti,” jelas Galih, salah satu tim Kompu (Komunikasi Publik) BPJN Malut saat dikonfirmasi.

Meski demikian, sikap tertutup justru ditunjukkan oleh pihak pelaksana lapangan. Saat dikonfirmasi terpisah melalui via WhatsApp, Aldi selaku perwakilan dari pihak kontraktor (PT. Fida Teknik Pratama) enggan memberikan tanggapan atau penjelasan mendalam terkait pembongkaran fasilitas sekolah tersebut.

“Nanti hubungi Tim Teknis saya, karena mereka yang berkoordinasi terkait pagar SD Rua,” tulis Aldi singkat tanpa memberikan detail lebih lanjut.

Hingga berita dipublish, belum ada kepastian terkait tindak lanjut penanganan pagar SD 66 Kota Ternate.

***

Fikram Sabar
Editor
Fikram Sabar
Reporter