Mimbar Malut — RSUD dr. H. Chasan Boesoirie Ternate, Maluku Utara, terus memperkuat kapasitas pelayanan stroke melalui pengembangan fasilitas medis, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta kerja sama pengampuan dengan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Mahar Mardjono Jakarta.
Langkah strategis ini dilakukan untuk meningkatkan kesiapan rumah sakit dalam menangani pasien stroke, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan berkualitas, khususnya di wilayah Maluku Utara yang memiliki tantangan geografis sebagai daerah kepulauan.
Penguatan layanan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Workshop Code Stroke dan Trombolisis, penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), serta peluncuran layanan Telestroke Provinsi Maluku Utara yang berlangsung di Bella Hotel Ternate, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan ini melibatkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, RSPON Mahar Mardjono Jakarta, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, serta jajaran rumah sakit kabupaten/kota.
Melalui layanan Telestroke, tenaga medis di rumah sakit daerah kini dapat memperoleh konsultasi dan pendampingan langsung dari dokter spesialis dalam menentukan langkah penanganan pasien stroke. Kehadiran layanan ini diharapkan mampu mempercepat pengambilan keputusan medis, terutama bagi rumah sakit yang masih memiliki keterbatasan tenaga dokter spesialis.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, dalam sambutannya menegaskan bahwa kondisi geografis Maluku Utara sebagai wilayah kepulauan membutuhkan sistem pelayanan kesehatan yang terintegrasi dan mampu menjangkau masyarakat hingga ke daerah terpencil.
Karena itu, ia meminta Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara bersama pemerintah kabupaten/kota untuk segera memetakan jalur rujukan pasien stroke secara menyeluruh. Pemetaan tersebut harus mencakup kesiapan puskesmas, ketersediaan ambulans darat dan laut, hingga kesiapan rumah sakit penerima rujukan.
Sherly juga menekankan pentingnya kesiapan fasilitas kesehatan, tenaga medis, ketersediaan obat-obatan, serta kelancaran pembiayaan melalui BPJS Kesehatan. Menurutnya, seluruh aspek tersebut harus dipastikan agar pasien tidak menghadapi hambatan ketika membutuhkan penanganan darurat.
Sementara itu, Direktur Utama RSPON Mahar Mardjono Jakarta, dr. Adin Nulkhasanah, Sp.S., MARS, menyampaikan bahwa Maluku Utara menjadi salah satu daerah percontohan dalam pengembangan jejaring pelayanan Telestroke.
Melalui program pengampuan, RSPON akan memberikan pendampingan kepada tenaga kesehatan di daerah, termasuk menyediakan dukungan konsultasi dengan dokter spesialis selama 24 jam.
Ia berharap pelaksanaan workshop tersebut dapat meningkatkan kemampuan tenaga medis dalam melakukan berbagai tindakan penanganan stroke, mulai dari trombolisis, trombektomi, hingga coiling.
Meski demikian, Adin turut menyoroti pentingnya percepatan proses kredensialing dan penyelesaian administrasi BPJS Kesehatan agar layanan yang telah dipersiapkan dapat segera dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
Direktur Pelayanan Klinis Kementerian Kesehatan, dr. Obrin Tandungan, M.Kes., juga menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan fasilitas dan peralatan medis.
Menurutnya, kompetensi sumber daya manusia, mulai dari dokter, perawat, hingga tenaga penunjang kesehatan, merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan penanganan pasien.
“Kualitas sumber daya manusia, mulai dari dokter, perawat, hingga tenaga penunjang, juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan penanganan pasien,” ujarnya.
Usai penandatanganan PKS dan peluncuran layanan Telestroke di Bella Hotel Ternate, rombongan Kementerian Kesehatan dan RSPON melanjutkan agenda dengan mengunjungi RSUD dr. H. Chasan Boesoirie.
Rombongan dipimpin Direktur Utama RSPON, dr. Adin Nulkhasanah, Sp.S., MARS, dan didampingi Direktur RSUD dr. H. Chasan Boesoirie, dr. Rosita Alkatiri, M.Kes.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau sejumlah fasilitas pelayanan, di antaranya Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Laboratorium Kateterisasi atau Cathlab.
Peninjauan difokuskan pada kesiapan sarana dan prasarana, kelengkapan peralatan medis, serta sistem pelayanan kegawatdaruratan dalam mendukung penanganan pasien stroke.
Selain itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari evaluasi kesiapan RSUD dr. H. Chasan Boesoirie dalam menerapkan protokol Code Stroke dan mendukung tindakan medis, termasuk trombolisis bagi pasien stroke iskemik akut.
Kesiapan penanganan pada fase awal atau golden time menjadi sangat penting karena kecepatan tindakan medis dapat menentukan peluang pemulihan pasien sekaligus menekan risiko kecacatan dan kematian akibat stroke.
Direktur RSUD dr. H. Chasan Boesoirie, dr. Rosita Alkatiri, M.Kes., mengatakan penguatan jejaring pengampuan dan pemanfaatan teknologi Telestroke merupakan langkah penting dalam meningkatkan mutu pelayanan stroke di rumah sakit yang dipimpinnya.
Menurut Rosita, dukungan Kementerian Kesehatan dan RSPON diharapkan mampu meningkatkan kapasitas serta kompetensi tenaga medis, sekaligus memperkuat kesiapan fasilitas rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan terukur.
Ia menegaskan, pengembangan pelayanan stroke tidak hanya bertumpu pada kelengkapan fasilitas medis, tetapi juga membutuhkan kesiapan tenaga kesehatan dan sistem koordinasi yang kuat agar penanganan pasien dapat berjalan secara optimal.
Melalui penguatan fasilitas Cathlab, kesiapan pelayanan IGD selama 24 jam, peningkatan kompetensi tenaga medis, serta dukungan konsultasi dokter spesialis melalui layanan Telestroke, RSUD dr. H. Chasan Boesoirie terus mendorong peningkatan kapasitas pelayanan stroke.
Upaya tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan di RSUD dr. H. Chasan Boesoirie, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan jejaring penanganan stroke di seluruh rumah sakit kabupaten/kota di Maluku Utara.
Dengan sistem rujukan yang lebih terkoordinasi, dukungan teknologi medis, serta tenaga kesehatan yang semakin kompeten, masyarakat Maluku Utara diharapkan dapat memperoleh akses penanganan stroke yang lebih cepat, tepat, dan merata.
***

Tinggalkan Balasan