Mimbarmalut.id – Transformasi digital pelayanan kesehatan yang dilakukan RSUD dr. H. Chasan Boesoirie, kini mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Melalui inovasi sistem resep elektronik atau e-Resep, waktu tunggu pengambilan obat yang sebelumnya memakan waktu berjam-jam, kini berhasil dipangkas secara signifikan menjadi rata-rata hanya sekitar 30 menit.

Langkah strategis ini menjadi tonggak penting dalam modernisasi layanan kesehatan di Maluku Utara, sekaligus mempertegas komitmen rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan yang cepat, aman, nyaman, dan berbasis teknologi.

Sejak resmi diluncurkan pada Senin (11/5/2026), sistem e-Resep mendapat respons positif dari masyarakat. Inovasi ini dinilai mampu menjawab persoalan klasik pelayanan farmasi rumah sakit, khususnya antrean panjang dan lamanya proses penebusan obat.

Salah satu warga yang merasakan langsung manfaat tersebut adalah AZ, pasien pasca operasi mata yang tengah menjalani kontrol rutin. Ia mengaku sangat terkejut dengan perubahan pelayanan yang terjadi setelah penerapan sistem e-Resep.

“Pada kunjungan pertama, saya datang jam 10 pagi dan baru mendapatkan obat pukul 2 siang. Kunjungan kedua juga sama, menunggu sampai jam 3 sore. Sangat lama sekali,” ungkap AZ saat ditemui di area pelayanan farmasi, Rabu (20/5).

Namun pengalaman berbeda dirasakannya pada kunjungan kali ini. Dengan sistem e-Resep, proses pelayanan berlangsung jauh lebih cepat dan tertata.

“Alhamdulillah, hari ini sangat luar biasa. Berkat adanya e-Resep ini, waktu tunggu saya hanya sekitar 30 menit saja. Ini terobosan yang sangat baik dan saya sangat mengapresiasi langkah manajemen rumah sakit. Sangat membantu pasien seperti kami,” ujarnya penuh antusias.

Penerapan e-Resep tidak hanya mempercepat pelayanan, tetapi juga memperkuat sistem keselamatan pasien. Seluruh proses resep kini terintegrasi secara digital sehingga meminimalisasi risiko kesalahan pembacaan tulisan resep, mempercepat koordinasi antara dokter dan farmasi, serta meningkatkan akurasi pelayanan obat kepada pasien.

Merespons hal itu, direktur RSUD dr. H. Chasan Boesoirie, dr. Rosita Alkatiri menegaskan bahwa transformasi digital yang dilakukan rumah sakit merupakan bagian dari komitmen besar membangun pelayanan kesehatan yang modern dan terpercaya.

Fikram Sabar
Editor
Fikram Sabar
Reporter