Mimbarmalut.id – Dugaan kasus penipuan dengan modus menjanjikan pekerjaan sebagai tenaga honorer, Pegawai Tidak Tetap (PTT), hingga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkup Pemerintah Kota Ternate, diduga melibatkan orang dalam.
Hasil investigasi tim Mimbar Malut menemukan sejumlah bukti tambahan yang menguatkan dugaan tersebut. Seorang perempuan berinisial RR alias Rasina diduga berkompromi dengan pihak internal yang disebut-sebut sebagai Kasubag Personalia bernama Ibu Tin. Namun, hingga kini belum diketahui secara pasti instansi tempat yang bersangkutan bertugas.
Berdasarkan bukti tangkapan layar percakapan yang dikantongi redaksi, Rasina diduga meyakinkan para korban dengan menunjukkan komunikasi antara dirinya dan Ibu Tin. Dalam percakapan tersebut, Ibu Tin disebut meminta Rasina untuk menjelaskan kepada korban bahwa dana yang telah disetor belum dapat dikembalikan.
Pernyataan itu muncul setelah Rasina menyampaikan desakan para korban yang menuntut pengembalian uang. Namun, Rasina justru terus memberikan berbagai alasan untuk menunda pengembalian dana.
Tak hanya itu, Rasina juga diduga menggunakan berbagai cara untuk meyakinkan korban, termasuk mengklaim telah membantu seseorang menjadi kepala seksi di salah satu dinas.
“Maitua datang di saya pe rumah bilang mau jadi kepala seksi di dinas. Sekarang so kepala seksi,” ujar Rasina dalam pesan WhatsApp kepada korban, tertanggal 15 April 2025.
Salah satu korban melalui kakaknya mengungkapkan, upaya meminta pengembalian dana selalu berujung pada janji-janji yang tidak jelas. Bahkan, Rasina sempat mengirimkan percakapan dengan Ibu Tin sebagai alasan bahwa dana tidak bisa dikembalikan.
“Saya minta pengembalian dana, dia bilang uang sudah masuk ke Ibu Kasubag Tin. Dia juga pernah janji mempertemukan saya dengan Ibu Tin, tapi sampai sekarang tidak pernah. Isinya hanya janji-janji,” ungkap keluarga korban.
Selain itu, tim redaksi juga mengantongi bukti transfer uang dalam jumlah besar ke rekening atas nama Rasina Rizal. Tidak berhenti di situ, Rasina juga sempat memberikan nomor NPTT kepada salah satu korban. Namun, setelah dilakukan pengecekan, nomor tersebut tidak terdaftar alias diduga palsu.

Tinggalkan Balasan