Mimbarmalut.id – Isu dugaan keterlibatan orang dekat Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, dalam pengaturan proyek pemerintah dipastikan tidak benar.
Hal tersebut disampaikan Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Biro Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Maluku Utara, Mansur, saat ditemui awak media, Senin (13/4/2026) kemarin.
Mansur menjelaskan, isu tersebut sebelumnya telah dikonfirmasi oleh sejumlah wartawan dari berbagai media. Dalam setiap kesempatan, ia menegaskan bahwa tidak ada keterkaitan Gubernur maupun orang dekatnya dalam proses pengaturan proyek sebagaimana yang dituduhkan.
“Setiap kali kami dikonfirmasi, kami selalu menyampaikan bahwa tidak ada keterlibatan Gubernur ataupun orang dekatnya dalam pengaturan proyek,” ucapnya.
Ia menambahkan, seluruh proses tender maupun lelang dilaksanakan sesuai prosedur. Para peserta, khususnya direktur dan penanggung jawab perusahaan, wajib hadir hingga tahap pembuktian.
Mansur juga mengakui bahwa sejumlah perusahaan yang diduga milik orang dekat Gubernur sempat mengikuti tender paket Konsultan Pengawasan Ruas Jalan dan Jembatan Ekor–Kobe pada Dinas PUPR Maluku Utara.
Namun, berdasarkan hasil verifikasi, tidak ditemukan nama orang dekat Gubernur dalam struktur kepengurusan maupun sebagai penanggung jawab perusahaan.
“Memang benar perusahaan-perusahaan itu masuk dalam daftar pendek. Namun, mekanisme konsultan berbeda dengan tender biasa. Dalam proses ini, maksimal hanya tujuh peserta yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu,” jelasnya.
Ketua Pokja BPBJ Malut itu juga menuturkan, penilaian dalam seleksi konsultan didasarkan pada pengalaman kontrak sejenis dengan nilai tertinggi, sehingga peserta yang lolos merupakan perusahaan yang memenuhi kualifikasi teknis.


Tinggalkan Balasan