“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk tidak berjalan di belakang realitas sosial, melainkan hadir di garis depan sebagai penafsir sekaligus penjernih. Diskusi panel ini adalah bentuk ikhtiar kami untuk merawat nalar publik agar tetap sehat di tengah derasnya arus informasi digital yang tidak selalu jernih,” tandasnya.
***
Halaman
1 2

Tinggalkan Balasan