Mimbarmalut.id – Upaya menjaga stabilitas dan keharmonisan masyarakat terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu. Salah satunya melalui dialog bersama tokoh agama dan pihak kepolisian yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Minggu (5/4/2026).

Berdasarkan amatan media ini, kegiatan tersebut berlangsung penuh makna di Liang Haya Coffee. Suasana dialog berlangsung santai namun sarat pembahasan penting terkait kondisi sosial kemasyarakatan.

Sejumlah pejabat dan tokoh penting tampak hadir dalam forum tersebut, menandakan keseriusan semua pihak dalam menjaga kedamaian daerah. Turut hadir Penjabat Sekretaris Daerah Pulau Taliabu, Hayatudin Fataruba, Kepala Dinas Kesbangpol Amrul Badal, Kabag Ops Polres Pulau Taliabu Zainal Saidiman, Kasat Binmas Polres Taliabu Yuni La Ouwi, serta Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Taliabu, Muhdin Mansur Soamole bersama para tokoh agama, baik imam maupun pendeta.

Dalam suasana dialog, para peserta membahas pentingnya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), terutama di tengah dinamika sosial yang berkembang. Sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan tokoh agama dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah potensi konflik di tengah masyarakat.

Kapolres Pulau Taliabu, AKBP Adnan Wahyu Kashogi, S.Ik. M.H melalui Kabag Ops Polres Pulau Taliabu, Kompol Zainal Saidiman, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa pihak kepolisian sangat mengapresiasi kegiatan dialog yang melibatkan tokoh agama dan pemerintah daerah.

“Kami dari Polres Pulau Taliabu sangat mengapresiasi kegiatan dialog seperti ini karena menjadi langkah preventif dalam menjaga situasi Kamtibmas tetap aman dan kondusif. Peran tokoh agama sangat penting dalam menyampaikan pesan-pesan kedamaian kepada masyarakat,” ujar Zainal.

Ia juga menambahkan bahwa kepolisian tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga keamanan daerah, melainkan membutuhkan dukungan semua pihak, terutama tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Kami berharap sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan tokoh agama terus terjalin dengan baik. Jika komunikasi seperti ini terus dilakukan, maka potensi konflik bisa dicegah sejak dini dan masyarakat bisa hidup rukun dan damai,” tambahnya.

Selain itu, kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa forum dialog ini tidak sekadar seremoni, melainkan menjadi ruang terbuka untuk bertukar pandangan dan memperkuat komitmen bersama dalam merawat persatuan di Maluku Utara, khususnya di Kabupaten Pulau Taliabu.

Dialog ini diharapkan mampu menjadi langkah preventif dalam meredam isu-isu yang berpotensi memecah belah masyarakat, sekaligus mempererat hubungan antar elemen masyarakat di Kabupaten Pulau Taliabu.

“Dengan adanya komunikasi yang baik antara pemerintah, aparat keamanan, dan tokoh agama, stabilitas daerah diharapkan tetap terjaga,” tutupnya.

***

Fikram Sabar
Editor
Fikram Sabar
Reporter