Wahyudi bilang, angka ini jauh melampaui kecamatan lain seperti Ternate Selatan sekitar Rp357 juta, Ternate Utara Rp275 juta, dan Ternate Barat Rp 4,9 miliar.
Menurut Wahyudi, perbedaan mencolok ini mengindikasikan adanya dugaan “penitipan” anggaran oleh oknum tertentu melalui skema kegiatan jasa dan operasional.
“Ada indikasi anggaran ini disisipkan dan diatur oleh pihak yang punya kewenangan saat itu. Diduga karena kedekatan dengan pimpinan kecamatan,” terangnya.

Keterkaitan nama Yusuf Djamal sebagai camat saat periode tersebut turut menjadi perhatian. Apalagi, posisinya kini berada di lingkup strategis pemerintahan kota dan memiliki relasi keluarga dengan Rizal Marsaoly.
Meski belum ada bukti keterlibatan langsung, publik mendesak transparansi dan penelusuran menyeluruh untuk memastikan tidak adanya konflik kepentingan dalam pengelolaan anggaran.
LIN pun mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate segera turun tangan melakukan penyelidikan. Mereka meminta aparat penegak hukum mengaudit seluruh dokumen, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan.
“Kalau benar ada praktik titipan anggaran, ini masuk ranah tindak pidana korupsi. Harus dibongkar, termasuk memeriksa mantan camat, bendahara, dan pihak terkait lainnya,” tegas Wahyudi.
Ia juga mengingatkan agar penanganan kasus ini dilakukan secara profesional dan transparan, mengingat anggaran tersebut merupakan keuangan negara.
“Jangan sampai ada intervensi. Kejari harus serius, karena ada indikasi kuat permainan anggaran oleh oknum berwenang,” pungkasnya.
Sementara itu, Yusuf Djamal sata dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui anggaran tersebut meski saat itu menjabat sebagai Camat Ternate Tengah.
“Saya juga tidak tahu, karena memang tidak ada dana titipan di tahun 2022. Jadi saya mau komentar apa, karena memang tidak sebgai program dan kegiatan yang termuat di DPA 2022,” timpalnya.
Yusuf juga mempertanyakan sumber data tersebut kepada wartawan, namun setelah wartawan mengirimkan sumber data yang diperoleh dari Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP), Yusuf tak lagi merespons.
Berdasarkan penelusuran wartawan media ini di laman SiRUP, data tersebut tertera secara jelas besaran anggaran dan item kegiatannya.
***


Tinggalkan Balasan