Mimbarmalut.id – Di saat sebagian besar pemerintah daerah di Indonesia tengah melakukan efisiensi anggaran secara besar-besaran, Sekretariat Daerah Kota Tidore Kepulauan justru menjadi sorotan lantaran besarnya alokasi anggaran untuk belanja makan minum, alat tulis kantor (ATK), honorarium, serta sejumlah belanja rapat lainnya yang nilainya mencapai miliaran rupiah. Minggu, (22/3/2026).

Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) tahun 2026 yang dihimpun, anggaran untuk belanja makan dan minum di lingkungan Sekretariat Daerah Tidore Kepulauan tercatat mencapai lebih dari Rp 1,2 miliar.

Angka ini terdiri dari belanja jamuan tamu lebih dari Rp 980 juta, makan minum rapat lebih dari Rp 200 juta, serta makan minum aktivitas lapangan lebih dari Rp 78 juta.

Jumlah tersebut dinilai sangat tidak proporsional di tengah kondisi keuangan daerah yang dituntut untuk melakukan penghematan dan memprioritaskan program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Belanja makan dan minum dinilai sebagai belanja penunjang, bukan belanja prioritas yang harus menghabiskan anggaran hingga miliaran rupiah.

Selain itu belanja makan dan minum, anggaran Alat Tulis Kantor (ATK) Sekretariat Daerah Tidore Kepulauan yang juga ikut menjadi sorotan karena nilainya yang besar dan dinilai tidak sebanding dengan kebutuhan riil perkantoran.

Pengadaan ATK yang seharusnya menjadi belanja rutin dengan nilai wajar justru membengkak dan menimbulkan tanda tanya besar terkait perencanaan dan penggunaannya.

Tak hanya itu, anggaran honorarium rapat dan kegiatan di lingkungan Sekretariat Daerah Tidore Kepualauan sendiri juga menjadi perhatian serius.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, total anggaran rapat dan honorarium di Sekretariat Daerah Tidore Kepulauan mencapai sekitar Rp 5 miliar, angka yang dinilai sangat fantastis untuk belanja yang sifatnya internal birokrasi.

Mimbar Malut
Editor
Fikram Sabar
Reporter