Bukti nyata kepedulian terhadap kreativitas dan kegiatan pelajar, BPD Desa Auponhia terlibat langsung sebagai peserta kelompok Qasida yang diberi nama Ciuty Selatan.

Mimbarmalut.id – Kegiatan Bintang Prestasi Ramadan 2026 yang diselenggarakan oleh para pelajar di Desa Auponhia, Kecamatan Mangoli Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula, menjadi momentum kebangkitan kegiatan kreatif masyarakat setelah lebih dari satu dekade vakum.

Namun di balik semarak kegiatan tersebut, muncul sorotan terhadap minimnya keterlibatan unsur pemerintah desa. Dalam kegiatan yang digagas oleh para pelajar tersebut, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Auponhia tercatat sebagai satu-satunya lembaga pemerintahan desa yang secara aktif berpartisipasi, baik dalam bentuk dukungan terhadap kegiatan maupun keterlibatan langsung sebagai peserta lomba.

BPD bahkan tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi juga turut terlibat arahkan peserta dalam beberapa cabang lomba, yakni qasidah, busana muslim, dan doa pendek.

Ketua BPD Desa Auponhia, Muliati Umafagur, bersama Sekretaris BPD Rini Tidore tampil sebagai vokalis dalam tim qasidah yang diberi nama “Ciuty Selatan.” Nama tersebut diambil dari posisi geografis Desa Auponhia yang berada di wilayah paling selatan Kecamatan Mangoli Selatan.

Anggota tim lainnya merupakan masyarakat desa yang berhasil dirangkul oleh Ketua BPD untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurut Muliati, keikutsertaan BPD dalam kegiatan ini didorong oleh keprihatinan sekaligus dukungan terhadap semangat para pelajar yang berinisiatif menghidupkan kembali kegiatan yang telah lama tidak diselenggarakan di desa.

Ia mengungkapkan bahwa kegiatan serupa terakhir kali digelar sekitar tahun 2015 oleh Ikatan Pelajar Mahasiswa Auponhia, sebelum akhirnya kembali dihidupkan oleh generasi pelajar saat ini pada tahun 2026.

“Kegiatan seperti ini sudah lama tidak ada di Desa Auponhia. Kami melihat semangat para pelajar yang luar biasa untuk membuat kegiatan positif seperti ini. Karena itu kami merasa BPD perlu ikut berpartisipasi dan memberikan dukungan,” ucapnya.

Selain itu, Muliati juga mengakui bahwa proses pembentukan tim tidak berjalan mudah. Hal ini karena sebagian anggota BPD sedang berada di luar desa sehingga yang aktif saat ini hanya dirinya bersama sekretaris BPD.

Meski demikian, mereka tetap berupaya mengajak masyarakat untuk bergabung agar dapat membentuk tim yang bisa tampil dalam perlombaan.

“Kami merangkul beberapa ibu-ibu masyarakat untuk bergabung. Persiapan kami juga sangat singkat, hanya sekitar dua hari latihan sebelum tampil. Namun Alhamdulillah dengan semangat kebersamaan masyarakat, kami bisa tampil dengan baik di atas panggung,” ujarnya.

Di tengah keterbatasan tersebut, BPD tetap berusaha hadir dalam berbagai cabang lomba yang diselenggarakan panitia, di antaranya lomba qasidah, lomba busana muslim, serta lomba doa pendek.
Kehadiran BPD dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan moral terhadap para pelajar yang dinilai telah menunjukkan inisiatif positif dalam membangun kegiatan sosial dan budaya di desa.

Lebih lanjut, Muliati menjelaskan bahwa, kegiatan seperti Bintang Prestasi Ramadan memiliki peran penting dalam mempererat hubungan sosial masyarakat sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas.

“Kegiatan seperti ini sangat penting karena dapat membangun keakraban masyarakat, meningkatkan solidaritas dan kerukunan, serta memberi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi dirinya. Bagi pelajar sendiri, ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan kreativitas mereka dalam membangun desa,” tukasnya.

Ia pun berharap kegiatan yang telah diinisiasi para pelajar tersebut tidak berhenti pada tahun ini saja, tetapi dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang.

“Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan ke depan. Kepada para pelajar, tetaplah berinovasi dan terus berkarya, karena harapan desa ada di pundak kalian,” tuturnya.

Kegiatan Bintang Prestasi Ramadan Desa Auponhia 2026 kini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan kembali semangat kebersamaan masyarakat setelah lama vakum, sekaligus menunjukkan peran aktif generasi muda dalam menghidupkan kegiatan sosial di desa.

***

Editor
Mimbar Malut
Reporter